2 Kebahagiaan Utama Bagi Orang yang Berpuasa

ARTIKEL – Dengan berpedoman pada salah satu ayat dalam Surat Al-baqarah 183 tentang perintah berpuasa bagi orang-orang yang beriman, marilah kita lihat hadits Rasulullah Saw yang menjelaskan 2 kebahagiaan yang diperoleh oleh orang berpuasa.

Apakah kesenangan atau kebahagiaan tersebut?

Dalam hadis Muttafaq ‘Alaihi, dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

Artinya: “Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan: kegembiraan tatkala berbuka, dan kegembiraan tatkala berjumpa dengan Rabb-nya”.

Sabda baginda Rasulullah diatas menunjukkan betapa puasa itu memiliki hikmah tersendiri dalam kehidupan ibadah orang-orang yang beriman.

Ketika puasa dijalani dengan rasa iman dan keikhlasan, maka diujungnya saat berbuka di petang hari, timbul perasaan bahagia di hati orang mukmin.

Timbulnya perasaan bahagia tersebut bukan hanya karena sudah tersedia makanan untuk dinikmati namun juga disebabkan karena ada rasa puas sebab telah menjalani puasa dengan penuh kesabaran.

Bukti kita bahagia saat berbuka, lihatlah bagaimana saat menjelang 5 menit akan waktu berbuka, kita sudah duduk mengelilingi makanan. Dan begitu tibanya waktu, seketika kita pun merasa sangat senang.

Begitu pula kebahagiaan saat berbuka puasa terlihat pada sikap anak-anak kita. Meskipun mungkin usia mereka belum cukup dewasa, namun mereka sangat bahagia ketika menikmati hidangan buka puasa.

Anak-anak kita bahkan meminta makanan apapun untuk disantapnya. Ini menandakan bahwa mereka bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa.

Kita sebagai orang tua hendaknya menjadikan hal itu sebagai motivasi bagi anak-anak kita dalam berpuasa.

Tidak perlu kita melarang-larang mana kala mereka memiliki keinginan yang banyak akan selera menu berbuka.

Justru sebaliknya, kita sebagai orang tua untuk terus mendorong anak-anak kita agar bisa menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh dan rutin melakukan ibadah shalat tarawih.

Bila perlu kita menyediakan hadiah (pemberian) bagi mereka bila hal itu tercapai, misalnya memberikan mereka sepeda.

Cara memotivasi anak-anak kita tersebut tentu tidaklah salah. Sebab dengan begitu mereka akan terbiasa berpuasa hingga mereka dewasa kelak nantinya.

Lalu kebahagiaan yang kedua adalah orang yang berpuasa akan berjumpa dengan Allah Swt.

Sesungguhnya sangat mustahil bagi manusia dapat berjumpa secara langsung dengan Allah.

Namun dengan melakukan ibadah puasa sesuai dengan tuntunan Rasul dan semata-mata mengharapkan ridhaNya, maka hal itu akan terjadi.

Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar kecuali bertemu dengan Allah.

Tetapi bagaimana kita bisa berjumpa dengan Rabb bila tempat kembali kita nantinya adalah neraka?

Sudah barang tentu kita tidak akan pernah berjumpa dengan Allah karena dosa yang kita miliki.

Oleh sebab itu, hadirnya bulan ramadhan merupakan cara yang paling tepat untuk kita memohon ampunan kepada Nya atas segala dosa-dosa yang telah kita lakukan.

Maka makna hadis di atas Allah akan mengampuni segala dosa-dosa orang yang berpuasa bila puasa itu dilakukan dengan penuh keimanan dan semata-mata mengharap ridha Nya hanya berlaku untuk dosa-dosa kecil.

Sedangkan dosa besar haruslah melalui taubat. Tidak cukup dosa besar hanya dengan mengucapkan ‘astaghfirullah’ saja.

Tetapi wajib mengucapkan syahadat kembali apalagi jika tergolong dosa karena kufur. Termasuk diantara dosa besar itu adalah meninggalkan shalat.

Nah jika semua aspek, lahir dan batin kita sudah terbebas dari segala dosa maka itulah jalan bagi kita untuk bertemu dengan Allah nantinya, Insya Allah. Wallahua’alam.(*)

Redaksi

Dengan senang hati kami menerima sumbangan tulisan Anda terkait ekonomi, bisnis, dan kewirausahaan. Bisa kirim ke kontak kami. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *