Dasar-Dasar Riset Bisnis | Penelitian Bisnis

Pengertian Riset

Download Materi  DISINI 

Riset atau penelitian tidak hanya dilakukan pada bidang-bidang ilmu past sepeti Biologi, Fisika, Kimia, tetapi juga pada bidang-bidang ilmu sosial seperti hukum, ekonomi dan politik.

Sebahagian orang saat ini masih membayangkan bahwa riset itu hanya dilakukan dalam sebuah laboratorium dengan dilengkapi sejumlah alat dan melalui proses-proses yang sulit dan rumit. Seakan-akan riset itu hanyalah kegiatan para analis semata untuk melakukan serangkaian eksperimen. Meskipun pendapat tersebut di atas tidak salah atau ada benarnya, namun itu hanyalah pandangan riset dalam artian sempit. Secara lebih luas, riset itu memiliki jangkauan dan bidang kelimuan yang tidak hanya terbatas pada kegiatan ujicoba di laboratorium semata namun termasuk seluruh kegiatan manusia dalam kehidupan sosial juga bisa dijadikan sebagai lapangan kegiatan riset.

Menurut Cooper dan Emoy (1995) dalam Suliyanto (2005) riset merupakan suatu kegiatan sistematik yang bertujuan menyediakan informasi untuk memecahkan permasalahan. Sedang menurut Sekaran (1992) riset adalah suatu usaha yang sistematik dan terorganisasi untuk meneliti suatu masalah spesifik yang memerlukan jawaban. Dari definisi riset yang diberikan oleh para ahli sebagaimana tersebut di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa bidang riset dapat dilakukan pada bidang apa saja, tidak terbatas hanya pada ilmu eksak namun juga non-eksak seperti ilmu sosial. Yang menjadi kunci perlunya dilakukan suatu riset adalah untuk memecahkan masalah, hal ini berarti bahwa riset dilakukan ketika ada suatu masalah dan bertujuan untuk memecahkan masalah tersebut.

Namun riset harus dilakukan dan didasarkan pada akal sehat dan proses yang jelas sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, tidak hanya berdasarkan kebetulan belaka. Sehingga riset itu tidak dapat dipisahkan dengan tindakan ilmiah. Maksudnya adalah proses yang dilakukan haruslah sesuai dan benar menurut kaidah-kaidah ilmiah atau sering disebut sesuai dengan metode ilmiah.

Dengan kemajuan dan perkembangan dunia dewasa ini, riset bukan hanya dilakukan dalam kapasitas pengembangan keilmuan dan literasi semata, namun juga telah menjadi bagian dari kegiatan penting dalam aktivitas ekonomi dan manajemen perusahaan seperti riset pemasaran, riset SDM dan sebagainya.

aktivitas pemasaran merupakan salah satu kegiatan terpenting dalam bisnis bahkan merupakan aktivitas pokok dan strategis segenap perusahaan, karena pemasaran menjadi ujung tombak bagi perusahaan untuk menjual produk dan jasa yang dihasilkan. Dengan strategi pemasaran yang baik dan efektif serta sesuai dengan target pasar yang dituju sangat membantu memperlancar dalam menjual produk-produknya.

Perpaduan antara riset yang berbasis keilmuan dan ilmiah dengan bisnis, maka telah memungkinkan bagi perusahaan untuk memperoleh informasi yang tepat dalam menentukan kebijakan bisnisnya dalam jangka panjang. Manajemen telah dapat melihat secara pasti terhadap perubahan lingkungan bisnisnya. Dengan demikian para manejer dapat menysuaikan diri dengan perubahan tersebut dan menggunakan kekuatan internal yang dimilikinya untuk mengambil peluang eksternal dalam rangka mengembangkan bisnis perusahaan menuju pertumbuhan.

Manajemen senantiasa harus mengkaji program pemasaran mereka dan memangkas bagian-bagian yang tidak efesien serta tidak mendatangkan keuntungan dan manfaat bagi masyarakat terutama konsumennya. Dalam iklim ekonomi apapun, pertimbangan-pertimbangan pemasaran tetap merupakan faktor yang sangat menentukan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan di sebuah perusahaan. Itulah gunanya melakukan riset bisnis agar perusahaan memperoleh informasi untuk membuat keputusan.

Riset Bisnis

Menurut Suliyanto (2005) dalam bukunya Metode Riset Bisnis riset bisnis diartikan sebagai usaha yang bertujuan memperoleh informasi guna memecahkan masalah bisnis atau mengembangkan pengetahuan yang berkaitan dengan bisnis menggunakan metode ilmiah. adapun ciri-ciri metode ilmiah menurut Davis dan Cosenza  (1993: 37) yaitu;

  • Metode ilmiah bersifat kritis dan analitis. Karakteristik ini mendorong suatu kepastian dan proses penyelidikan untuk mengidentifikasi masalah dan metode untuk mendapatkan solusinya.
  • Metode ilmiah adalah logis. Logis merujuk pada metode dari argumentasi ilmiah. Kesimpulan secara rasional diturunkan dari bukti-bukti yang ada.
  • Metode ilmiah bersifat objektif. Objektivitas mengandung makna bahwa hasil yang diperoleh ilmuan yang lainakan sama apabila studi yang sama dilakukan pada kondisi yang sama. Dengan kata lain, hasil penelitian dikatakan ilmiah apabila dapat dibuktikan kebenarannya.
  • Metode ilmiah bersifat konseptual dan teoritis. Ilmu pengetahuan mengandung arti pengembangan struktur konsep dan teoritis untuk menuntun dan mengarahkan upaya penelitian.
  • Metode ilmiah adalah empiris. Metode ini pada prinsipnya bersandar pada realitas.
  • Metode ilmiah adalah sistematis. Sistematis mengandrung arti suatu prosedur yang cermat dan mengikuti aturan tertentu yang baku.

Ruang Lingkup Riset Bisnis

Bisnis merupakan kegiatan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik profit oriented maupun non-profit oriented. Pada dasarnya, ruang lingkup riset bisnis dapat kita kelompokkan menjadi beberapa kategori:

  1. Bidang akuntansi dan keuangan. Permasalahan dibidang akuntansi misalnya; sistem anggaran, metode penentuan biaya, perpajakan, penyusutan. Sedangkan dibidang keuangan misalnya; pembiayaan perusahaan, analisa rasio keuangan, perilaku bursa efek dan kelayakan bisnis serta evaluasi bisnis.
  2. Bidang pemasaran. Permasalahan dalam bidang pemasaran misalnya; promosi, penentuan saluran distribusi, pengembangan produk, penetapan harga, kepuasan pelanggan, segmentasi dan positioning.
  3. Bidang sumber daya manusia. Permasalahan utama dalam bidang SDM adalah bagaimana cara mendapatkan tenaga kerja yang tepat, menggunakan secara optimal, mengembangkan hingga memberhentikannya. Permasalah yang ada yang ada dibidang sumber daya manusia misalnya; sikap dan perilaku karyawan, motivasi kerja, produktivitas karyawan, budaya organisasi, dan kepemimpinan.
  4. Bidang operasional. Permasalahan yang ada dalam bidang operasional misalnya; penentuan kombinasi produk, kualitas produk, penentuan lokasi pabrik, sistem penugasan, layout pabrik dan sistem informasi manajemen.

Demikian semoga bermanfaat. Wasalam

Redaksi

Dengan senang hati kami menerima sumbangan tulisan Anda terkait ekonomi, bisnis, dan kewirausahaan. Bisa kirim ke kontak kami. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *