Manajemen dan Organisasi

Pendahuluan

Organisasi merupakan wadah suatu kegiatan, termasuk kegiatan usaha. Bukan hanya sebagai wadah organisasi juga memberikab kejelasan tentang fungsi, tugas, wewenang dan tanggung jawab setiap orang yang terlibat dalam kegiatan sebuah usaha. Ketika kegiatan usaha masih terbatas pada skala kecil kebutuhan pembagian fungsi, tugas, wewenang dan tanggung jawab belum demikian dirasakan, karena masih dapat dilakukan oleh pelaku usaha sendiri. Namun ketika kegiatan usaha semakin meningkat dan berkembang serta ragamnya pun semakin meluas, maka pembagian fungsi, tugas, wewenang dan tanggung jawab menjadi sebuah kebutuhan.

Setiap pelaku usaha berharap usaha yang dirintisnya dapat bertahan hidup, tumbuh kemudian berkembang. Maka rancangan adanya suatu wadah organisasi suatu usaha menjadi keharusan. Manajemen tidak mungkin dari organisasi, demikian juga organisasi tidak dapat dipisahkan dari manajemen. Keduanya saling mengisi dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Akhirnya organisasi dan manajemen bisa berjalan bila didalamnya diisi oleh sumber daya manusia yang memahami dan mengerti apa visi, misi dan sasaran yang ingin dicapai oleh organisasi usaha. Sumber daya manusia merupakan salah satu dari sekian banyak sumber daya lain yang dibutuhkan dalam sebuah organisasi. Oleh karena itu pelaku usaha/wirausahawan perlu memahami tentang; a) organisasi dan manajemen; b) pengelolaan sumber daya manusia.

Organisasi dan Manajemen

Perspektif manajemen usaha kecil relatif sedikit berbeda dari manajemen usaha skala besar.  Pada usaha kecil seringkali usaha tidak berjalan secara mapan, sering berubah dan relatif tidak stabil sedangkan pada usaha besar, pola manajemennya pun sudah mapan dan modern. Apalagi jika menggunakan teknologi informasi yang up to date.

Pada usaha kecil, dimana sumber daya masih sangat terbatas, fungsi dan tugas seorang manejer berbaur menjadi satu. Kadangkala seorang pemilik harus merangkap semua tugas dan pekerjaan. Mulai dari produksi, pemasaran, hingga keuangan. Hal ini disebabkan karena memang dalam usaha kecil posisi manejer, selain belum diperlukan dalam jumlah yang banyak, juga adanya kendala keterbatasan. Manejer pada usaha kecil seringkali juga merupakan pendiri usaha tersebut.

Sejalan dengan waktu, perusahaan bergerak dan tumbuh secara perlahan menjadi besar. Apabila kemudian perusahaan telah berubah menjadi aebuah perusahaan besar, maka adanya manajer yang profesional menjadi suatu keharusan. Inilah karakteristik manajemen pada perusahaan kecil.

Transformasi dan Tuntutan Perubahan

Pelaku usaha kecil berjuang keras agar usaha yang dirintisnya (infant) tidak mati. Sebutlah ini sebagai fase pertama. Seiring dengan berjalannya waktu. Apabila berhasil maka perusahaan mampu bertahan hidup dan tidak mati (survival). Sebutlah ini sebagi fase kedua. Perjuangan selanjutnya sesudah fase mampu bertahan hidup, dilalui perusahaan sampai pada fase ketiga yaitu tumbuh dan berkembang (growth). Fasekeempat dari perjuangan seorang wirausahawan adalah perusahaan menuju posisi matang dan mapan (maturity).

Kesimpulan

Penilaian organisasi menyangkut kemampuan wirausahawan untuk mengatur:

  1. Kemampuan dan sumber-sumber daya organisasi. Berbagai masukan dasar bahwa suatu perusahaan menggunakan sumber daya untuk pelaksanaan bisnis.
  2. Kompetensi-kompetensi inti. Sumber-sumber daya dan kemampuan yang tersedia pada perusahaan bahwa keunggulan bersaing melebihi pesaingnya.

Baca: Nitisusanto, 2010. Manajemen Usaha Kecil, Alfabeta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *