Manajemen | Perlunya Pengetahuan Manajemen

Masalah seringkali timbul sebagai akibat dari usaha memperbaiki suatu situasi dengan menerapkan sebuah prinsip yang tidak didesain secara baik untuk menangani persoalan tersebut. Analisa terhadap kegagalan perusahaan yang telah dilakukan bertahun-tahun lamanya yang menunjukkan bahwa persentase yang tinggi dari kegagalan-kegagalan itu disebabkan oleh manajemen yang tidak berkemampuan (terampil) dan tidak berpengalaman.

Majalah Forbes, majalah investor terkrmuka, yang telah mengadakan penyelidikan terhadap firma-firma dagang Amerika selama beberapa tahun, telah menemukan bahwa perusahaan yang melaksanakan manajemen yang baik hampir selalu berhasil. Bank of America beberapa tahun lalu mengatakan dalam publikasinya yang bernama Small Business Reporter “Dalam analisa terakhir, lebih dari 90% dari kegagalan perusahaan disebabkan oleh tidak adanya kemampuan dan pengalaman dalam manajemen.”

Untuk mencapai keberhasilan manajemen dalam perusahaan-perusahaan dan semua jenis organisasi, maka pengetahuan manajemen dan sebagai suatu ilmu mutlak untuk dimengerti. Para menajer dituntut untuk menggunakan pengetahuan tersebut agar dapat membantu mengerti dengan baik tentang manajemen dan menolong mengembangkan praktek-praktek manajemen sekarang.

Sebagai sebuah ilmu, manajemen memiliki prinsip dan teori untuk melengkapi kerangka struktural ilmu tersebut. Prinsip-prinsip  adalah kebenaran-kebenaran fundamental, atau apa yang dipercaya sebagai kebenaran pada suatu waktu tertentu, yang menerangkan hubungan-hubungan antara dua atau lebih variabel. Prinsip-prinsip yang paling mengandung arti ialah prinsip-prinsip yang melibatkan hubungan sebab-musabab dengan variabel yang bergantung dan yang tidak bergantung. Teori adalah pengelompokan yang sistematis dari prinsip-prinsip yang saling berhubungan. Tugasnya adalah mengikat menjadi satu pengetahuan yang berarti, dan memberinya suatu kerangka. Seperti dikatakan oleh Homans, ”dalam bentuknya yang paling rendah teori adalah suatu klasifikasi, sekumpulan lubang pada kandang merpati, lemari arsip di mana terdapat kumpulan fakta. Tidak ada yang lebih sesat daripada fakta yang terlepas.”

Pentingnya teori bagi pengembangan pengetahuan yang terorganisir telah ditunjukkan oleh Talcott Parsons dalam esainya;”rasanya agak berlebih-lebihan bila dikatakan bahwa indeks yang paling penting dari keadaan kedewasaan suatu ilmu adalah teori sistematis. Ini meliputi sifat skema konseptual umum yang dipakai di lapangan, dalam jenis-jenis dan pada derajat-derajat integrasi logis dari unsur-unsur yang berbeda dalam membentuknya, dan cara-cara di mana dia sebenarnya dipakai dalam penyelidikan empiris.”

Setiap sistem dari prinsip-prinsip atau teori yang memerlukan kejelasan konsep-yaitu gambar mental sesuatu benda yang dibentuk oleh penyamarataan dari fakta-fakta. Jelaslah bahwa suatu definisi yang jelas tentang suatu kata ialah jenis konsep dasar. Dengan demikian pengetahuan tentang prinsip-prinsip dasar dan teknik dalam manajemen dapat mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap bagaimana mempraktekkannya, menjelaskannya dan mengembangkannya. Karena dalam semua bidang kerjasama manusia, efesiensi usaha kelompok sangat ketinggalan dibandingkan dengan efesiensi mesin, maka penerapan pengetahuan manajemen akan lebih mengembangkan kemajuan manusia.

Kebutuhan akan konsep manajemen yang jelas dan kebutuhan akan kerangka teori dan prinsip yang berpautan telah disadari bertahun-tahun yang lalu oleh sarjana manajemen praktis yang lebih dulu, seperti misalnya Henry Fayol, Chester Barnard dan Alvin Brown. Sesungguhnya, inilah arti pelaksanaan manajemen dan manajemen—yaitu penerapan pengetahuan pada kenyataan untuk mencapai hasil-hasil yang diinginkan.

Sistem Manajemen

Secara  fundamental, sistem itu bukanlah sesuatu yang baru atau mengejutkan. Sistem dapat didefinisikan sebagai sekumpulan benda-benda yang saling berhubungan, atau saling bergantung, sehingga membentuk satu kesatuan yang kompleks; (suatu keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian yang telah disusun dengan teratur menurut skema atau rencana tertentu. Menurut The Random House Dictionary of The Engglish Language sistem sebagai suatu kumpulan fakta, prinsip, doktrin dan lain-lain semacamnya dalam bidang khusus mengenai pengetahuan atau pemikiran, kumpulan itu tersusun rapi dan bersifat komprehensif. Dari definisi tersebut menunjukkan bahwa hampir seluruh hidup adalah suatu sistem. Jadi konsep pokok dari teori sistem bisa dikatakan sebagai suatu sistem—seperti halnya suatu perusahaan adalah lebih daripada jumlah bagian-bagiannya, dia harus dipandang sebagai keseluruhan. Supaya suatu sistem bisa dipandang sebagai sistem, dia harus mempunyai batas-batas yang memisahkannya dari lingkungannya.

Salah satu sistem yang bisa kita pelajari adalah sistem sosial misalmya. Sistem sosial dari segala jenis disusun oleh orang-orang untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Hal ini ditunjukkan oleh Katz dan Kahn dengan baik seperti berikut ini:

Struktur sosial pada pokoknya adalah sistem tersusun. Mereka telah dibuat oleh manusia dan merupakan sistem yang tidak sempurna. Mereka bisa merobek pada pinggir-pinggrinya dalam semalam, tetapi bisa juga berlangsung berabad-abad melebihi hidup organisasi biologis yang mula-mula telah menciptakan mereka. Sementara yang mempererat hubungan mereka pada pokoknya bersifat psikologis dan bukannya biologis. Sistem-sistem sosial telah bercokol dalam sikap-sikap, penegrtian, kepercayaan, motivasi, kebiasaan dan pengharapan manusia. Sistem-sistem demikian itu melambangkan pola-pola hubungan di mana kelanjutan kesatuan-kesatuan perorangan yang terlibat dalam hubungan itu dapat endah sekali. Suatu organisasi dapat mempunyai angka pergantian yang sangat tinggi dan masih bertahan juga. Hubungan-hubungan pokok dan bukannya pokok-pokok itu sendiri menyebabkan adanya kelanjutan itu.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bermanajemen merupakan bentuk penataan system sosial dalam sistem manajemen. Di mana pola hubungan dapat berubah-ubah seperti setiap kumpulan manusia  dengan hubungan-hubungan mereka.

Baca: Koontz, O’Donnell, Weihrich. 1986. Manajemen. Edisi Ketujuh. Penerbit Erlangga

Redaksi

Dengan senang hati kami menerima sumbangan tulisan Anda terkait ekonomi, bisnis, dan kewirausahaan. Bisa kirim ke kontak kami. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *