Study Kelayakan Bisnis

Pengertian Studi Kelayakan Bisnis

Studi kelayakan bisnis akhir-akhir ini sudah cukup di kenal oleh sebagian besar masyarakat terutama kalangan pengusaha. Berbagai macam peluang dan tantangan yang ada dalam kegiatan dunia usaha, telah menuntut perlu adanya penilaian sejauh mana kegiatan atau peluang tersebut memberikan manfaat (benefit) bila dijalankan. Kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat diperoleh dalam melaksanakan suatu usaha bisnis atau proyek, disebut dengan studi kelayakan bisnis.

Studi kelayakan bisnis juga sering disebut dengan istilah feasibility study merupakan bahan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan, apakah menerima atau menolak proyek/bisnis yang diusulkan dan direncanakan. Pengertian layak dalam penilaian ini adalah kemungkinan dari gagasan bisnis atau proyek memberikan manfaat, baik manfaat ekonomi, manfaat keuangan dan manfaat sosial.

Layaknya suatu gagasan usaha/proyek dalam arti social benefit tidak selalu menggambarkan layak dalam arti financial benefit, hal ini tergantung dari segi penilaian yang dilakukan. Sebagai contoh; proyek pembangunan listrik pedesaan memberikan dampak positif terhadap berbagai kegiatan masyarakat pedesaan, baik dalam arti peningkatan pendapatan, penyerapan tenaga kerja, perluasan lapangan kerja, perubahan pola pikir masyarakat, peningkatan pendidikan dan berbagai dampak positif lainnya sebagai akibat adanya listrik pedesaan. Semua hal tersebut adalah bila dihitung dari social benefit, ada kecenderungan bahwa pembangunan listrik pedesaan tersebut layak untuk dikembangkan.

Sebaliknya bila dilihat dari segi penanaman investasi, proyek listrik pedesaan membutuhkan dana investasi dalam jumlah relatif besar, baik disebabkan karena berpencarnya rumah-rumah di pedesaan di samping jarak antara satu desa dengan desa lainnya, serta kecilnya jumlah pelanggan yang dilayani sehingga financial benefit yang diperoleh melalui pemungutan rekening yang diberikan oleh masyarakat dalam jumlah relatif kecil. Keadaan ini bila dilihat dari segi financial benefit, ada kecenderungan pembukaan proyek listrik pedesaan tidak layak untuk dikembangkan. Dari uraian tersebut di atas lalu bagaimana keputusan yang dibuat?

Pada umumnya proyek-proyek yang dinilai dari segi social benefit adalah proyek-proyek yang benefitnya dihitung/dinilai dari segi manfaat yang diberikan proyek terhadap perkembangan perekonomian masyarakat secara keseluruhan. Sedangkan usaha/proyek yang dinilai dari segi financial benefit adalah usaha-usaha yang dihitung dari segi penanaman modal/investasi yang diberikan untuk pelaksanaan usaha tersebut.

Faktor-faktor yang perlu dinilai dalam menyusun studi kelayakan bisnis adalah menyangkut beberapa aspek, antara lain aspek marketing, aspek teknis produksi, aspek manajemen, aspek lingkungan, aspek hukum dan perizinan, aspek keuangan dan aspek sosial ekonomi masyarakat. Dengan demikian apabila gagasan usaha/proyek yang telah dinyatakan layak dari segi ekonomi, dalam pelaksanaan jarang mengalami kegagalan kecuali disebabkan oleh faktor-faktor uncontrolable seperti banjir, kebakaran, bencana alam lainnya yang diluar jangkauan manusia.

Fungsi studi kelayakan bisnis yang disusun merupaka sebagai pedoman kerja, baik dalam penanaman investasi, pengeluaran biaya, cara produksi, dan cara dalam menentukan jumlah tenaga kerja beserta jumlah pemimpin yang diperlukan.

Jadi pengertian studi kelayakan bisnis adalah “Studi kelayakan suatu usaha adalah suatu kegiatan analisis yang cermat, sistematis dan menyeluruh mengenai faktor-faktor atau aspek yang dapat mempengaruhi kemungkinan berhasilnya (layaknya) pelaksana gagasan suatu usaha”

Untuk lebih jelasnya dan lengkap. Berikut saya lampirkan bahan tulisan dan tayangan, silakan download DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *